Cara Install Linux Red Hat 9

Persiapan Sebelum Instalasi 

         Linux Red Hat 9 (RH 9) dapat diinstal dengan beberapa cara, dua diantaranya yaitu boot langsung dari CD RH 9 atau boot dari disket boot. Jika akan menginstal melalui boot langsung dari CD RH 9, langkah pertama yang harus dilakukan adalah mengubah pilihan Boot Priority atau Boot Sequence pada BIOS setup agar boot pertama dilakukan lewat CD-ROM.
Jika akan menginstal RH 9 melalui boot dari disket boot, langkah pertama yang harus dilakukan adalah membuat disket boot dengan cara sebagai berikut :
  1. Masukkan CD RH 9 ke CD-ROM drive.
  2. Pindahkan drive aktif ke CD-ROM drive. Asumsi CD-ROM drive adalah drive D.
  3. Masukkan sebuah disket kosong 1.44 MB ke drive A.
  4. Ketikkan : D:\>\dosutils\rawrite -f \images\bootdisk.img -d A -n [Enter] 5. Setelah proses pembuatan disket boot selesai, disket siap digunakan.
Tahapan Instalasi Langkah 
1 : Persiapan Media Boot 
     Masukkan CD RH 9 ke CD-ROM drive. Jika akan melakukan instalasi dengan boot dari CD RH 9, boot komputer dan biarkan komputer boot dari CD RH 9. Jika akan melakukan instalasi dengan disket boot, masukkan disket boot ke drive A, dan biarkan komputer boot dari drive A. Cara manapun yang dipilih, proses selanjutnya adalah sama. Langkah
 2 : Pemilihan Bahasa untuk Proses Instalasi 
    Setelah proses boot, baik boot dari CD maupun disket boot, akan muncul tampilan seperti Gambar 2-1 untuk melakukan pemilihan bahasa yang akan digunakan dalam proses instalasi. Sayangnya untuk distribusi Linux Red Hat belum tersedia pilihan bahasa Indonesia untuk instalasi. Pada daftar bahasa yang tersedia, pilihlah English (English), lalu klik tombol Next.
 
Langkah 3 : Pemilihan Keyboard
     Pada pilihan jenis keyboard yang tersedia, pilihlah jenis U.S. English. Klik tombol Next untuk melanjutkan.
Langkah 4 : Pemilihan Mouse  
      Pilihlah jenis mouse yang sesuai. Perhatikan jenis interface yang digunakan apakah serial, PS/2 atau USB. Sebaiknya pilih yang berjenis Generic agar kompatibel dengan semua mouse yang ada di pasaran. Klik tombol Next untuk melanjutkan.
 Langkah 5 : Memilih Upgrade atau Install
     Program instalasi secara otomatis akan mendeteksi apabila sebelumnya sudah terinstal Linux Red Hat. Pada contoh kali ini pilih Perform a new Red Hat Linux installation. Klik tombol Next untuk melanjutkan
Langkah 6 : Pilih Jenis Instalasi
Beberapa jenis instalasi yang bisa dipilih adalah :  
  • Personal Desktop : Hanya akan menginstal paket-paket untuk desktop saja seperti KDE atau GNOME. Membutuhkan kapasitas hard disk sekitar 1,7 GB untuk KDE atau GNOME, atau sekitar 1,8 GB untuk menginstal keduanya.
  • Workstation : Hanya akan menginstal paket-paket untuk desktop saja seperti KDE atau GNOME serta software development tools. Membutuhkan kapasitas hard disk sekitar 2,1 GB untuk KDE atau GNOME, atau sekitar 2,2 GB untuk menginstal keduanya.
  • Server : Khusus untuk menginstal paket-paket server seperti email server, web server, samba server, squid, dan lain-lain. Membutuhkan kapasitas hard disk sekitar 850 MB sampai dengan 5 GB.
  • Custom : Pilih jenis instalasi ini untuk memilih secara manual paket-paket yang akan diinstal. Paket minimal yang bisa diinstal akan menghabiskan kapasitas hard disk sekitar 475 MB, atau pilih semua paket yang akan menghabiskan kapasitas hard disk sekitar 5 GB.
    Pada contoh instalasi kali ini, pilih Custom agar Anda tahu paket-paket apa saja yang terdapat pada RH 9. Klik tombol Next untuk melanjutkan.
Langkah 7 : Pilih Setup Partisi 
 Ada dua jenis setup partisi yang bisa dipilih :
  • Automatically partition: Pembuatan partisi akan dilakukan secara otomatis oleh program instalasi. Pilihan ini cocok untuk user awam. Jika sebelumnya sudah ada partisi Linux, seluruh data dalam partisi tersebut akan dihapus.
  • Manually partition with Disk Druid: Pembuatan partisi akan dilakukan secara manual menggunakan Disk Druid yang mudah.
Pilih Manually partition with Disk Druid agar Anda tahu bagaimana caranya membuat partisi Linux secara manual. Klik tombol Next untuk melanjutkan.
Langkah 8 : Membuat Partisi
Pada Linux terdapat dua jenis partisi yaitu :
1. Partisi Swap yang digunakan untuk mendukung virtual memory. Besarnya minimal 32 MB. Besarnya partisi swap yang disarankan adalah dua kali jumlah memori yang terpasang pada komputer. Jika memori komputer Anda 1 GB atau kurang, buat partisi swap sebesar jumlah memori hingga dua kali jumlah memori terpasang. Jika memori komputer Anda lebih dari 1 GB, buat partisi swap sebesar 2 GB.
2. Partisi Native. Partisi native adalah partisi untuk sistem Linux itu sendiri. Jumlah partisi native bisa satu (hanya partisi root saja), atau bisa juga lebih dari satu. Partisi-partisi native yang disarankan untuk keperluan desktop adalah :
  • Partisi /boot. Buatlah partisi /boot sebesar 100 MB. Partisi ini digunakan untuk menyimpan berbagai file untuk keperluan boot Linux, termasuk didalamnya adalah kernel Linux itu sendiri.
  • Partisi root “/”. Buatlah partisi root sesuai keperluan. Besar minimal yang disarankan adalah 1,7 GB untuk jenis instalasi Personal Desktop, atau 5 GB untuk instalasi seluruh paket.
  
Untuk membuat partisi sesuai dengan yang disarankan, ikuti langkah berikut :
1. Buat partisi swap sebesar dua kali memori yang terpasang pada komputer, atau maksimal 2 GB,
    dengan cara sebagai berikut :
    A. Klik tombol New. Kemudian akan muncul jendela untuk membuat partisi.
    B. Mount Point, biarkan kosong.
    C. File System Type, pilih Swap.
    D. Allowable Drives, berisi daftar hard disk yang terinstal. Beri tanda cek pada harddisk yang
         mana partisi akan dibuat.
    E. Size (MB), masukkan besarnya partisi swap sesuai dengan yang telah dijelaskan sebelumnya.
    F. Additional Size Options, pilih Fixed Size.
    G. Force to be a primary partition, tidak perlu diberi tanda.
    H. Check for bad blocks, beri tanda agar pada saat dilakukan format, block yang rusak akan
         ditandai sehingga dikemudian hari tidak digunakan. I. Klik tombol OK.
2. Buat partisi /boot sebesar 100 MB dengan cara sebagai berikut :
    A. Klik tombol New. Kemudian akan muncul jendela untuk membuat partisi.
    B. Mount Point, isi dengan kata /boot.
    C. File System Type, pilih ext3.
    D. Size (MB), isi dengan angka 100.
    E. Allowable Drives, berisi daftar hard disk yang terinstal. Beri tanda cek pada harddisk yang
         mana partisi akan dibuat.
    F. Additional Size Options, pilih Fixed Size.
    G. Force to be a primary partition, beri tanda agar partisi yang dibuat disimpan di partisi primary.
    H. Check for bad blocks, beri tanda agar pada saat dilakukan format, block yang rusak akan
         ditandai sehingga dikemudian hari tidak digunakan.
     I. Klik tombol OK.
3. Buat partisi root “/” dengan cara sebagai berikut :
    A. Klik tombol New. Akan muncul jendela untuk membuat partisi.
    B. Mount Point, isi dengan tanda garis miring (/).
    C. File System Type, pilih ext3.
    D. Size (MB). Masukkan besarnya partisi root minimal 1,7 GB (pada kotak ini masukkan nilai
         minimal 1700 karena satuannya adalah MB).
    E. Allowable Drives, berisi daftar hard disk yang terinstal. Beri tanda cek pada harddisk yang
        mana partisi akan dibuat.
    F. Additional Size Options, pilih Fill to maximum allowable size apabila ingin menggunakan
        semua kapasitas sisa hard disk yang ada untuk partisi root.
   G. Force to be a primary partition, beri tanda agar partisi yang dibuat disimpan di partisi primary.
   H. Check for bad blocks, beri tanda agar pada saat dilakukan format, block yang rusak akan
        ditandai sehingga dikemudian hari tidak digunakan.
     I. Klik tombol OK. Klik tombol Next jika pembuatan partisi sudah selesai.
Langkah 9 : Konfigurasi Boot Loader
     Boot loader adalah program yang pertama kali akan dijalankan ketika komputer dinyalakan. Program instalasi menyediakan dua program boot loader yaitu GRUB dan LILO. GRUB (GRand Unified Bootloader), merupakan boot loader default sedangkan alternatifnya adalah LILO kependekan dari LInux LOader.
 GRUB atau LILO bisa dipasang pada :
    • Master Boot Record (MBR). MBR adalah area khusus pada hard disk (letaknya di cylinder 0, head 0, sector 1) yang secara otomatis akan di-load oleh BIOS pada saat proses boot. Sangat disarankan untuk menempatkan GRUB atau LILO pada daerah ini, kecuali pada komputer yang telah terpasang boot loader lain seperti System Commander atau OS/2 Boot Loader atau NT Loader.
    • First Sector of your root partition. Pilih area ini jika pada komputer telah terdapat boot loader lain yang tidak ingin diubah. Dengan memilih ini, maka boot loader tersebut akan di-load oleh BIOS, dan pertama kali muncul saat proses boot. Boot loader tersebut harus di-setting agar dapat me-load GRUB atau LILO yang diletakkan pada sektor pertama partisi root.

Klik tombol Next untuk melanjutkan

Langkah 10. Konfigurasi Network
       Tampilan Gambar 2-10 hanya akan tampil jika pada komputer terdapat kartu jaringan (Network Interface Card) yang sudah dikenal dengan baik oleh RH 9. Secara otomatis alamat IP akan di set ke DHCP. Apabila pada jaringan tidak terdapat DHCP server dan anda ingin menentukan alamat IP secara manual klik tombol Edit, akan muncul jendela Edit Interface. Kosongkan kotak Configure using DHCP kemudian masukkan informasi alamat IP dan netmask pada kotak isian yang sesuai. Beri tanda pada kotak cek Activate on boot.

        Klik tombol OK, untuk kembali ke jendela Konfigurasi Network. Masukkan nama host, lengkap dengan nama domain-nya pada kotak isian Hostname. Hostname adalah nama komputer yang akan dipakai sebagai identitas. Jika kotak isian ini tidak diisi, secara otomatis nama komputer akan menjadi localhost. Masukkan alamat Gateway dan Primary DNS pada kotak isian Miscellaneous Settings. Klik tombol Next untuk melanjutkan.

2-11

Langkah 11. Konfigurasi Firewall

     Lihat Gambar 2-12. Firewall sangat diperlukan apabila komputer Anda terhubung ke jaringan luar. Firewall akan melindungi komputer Anda dari penyusupan oleh orang yang tidak berhak mempunyai akses. Pilih level keamanan yang sesuai dengan kebutuhan. Pilih salah satu dari High, Medium, atau No Firewall. Jika bingung, pilih saja High, dan beri tanda pada kotak opsi Use default firewall rules. Klik tombol Next untuk melanjutkan.


Langkah 12. Pilih Bahasa yang Didukung 


     Setidaknya harus dipilih satu bahasa. Secara default English (USA) sudah dipilih. Jika Anda memilih lebih dari satu bahasa, tentukan bahasa default yang akan digunakan pada kotak dropdown Choose the default language. Klik tombol Next untuk melanjutkan.

Langkah 13. Konfigurasi Time Zone

      Lihat Gambar 2-14. Pilihlah time zone sesuai dengan lokasi komputer saat ini. Untuk user di Jakarta, pilih saja Asia/Jakarta. Klik tombol Next untuk melanjutkan

2-14

Langkah 14. Isikan Password Root 


        Pada kotak isian Root Password dan Confirm, masukkan password untuk user root. Jumlah karakter minimal untuk password user root adalah enam

Langkah 15. Konfigurasi Authentication 

      Lihat Gambar 2-16. Beri tanda pada kotak cek Enable MD5 passwords dan Enable shadow passwords. Klik tombol Next untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.

Langkah 16. Pemilihan Grup Paket 



        Secara default, program instalasi sudah memilih beberapa paket standar yang harus diinstal kecuali pada instalasi jenis custom. Sebagai contoh apabila memilih instalasi jenis Personal Desktop, maka akan terlihat seperti Gambar 2-17. Jika ingin memilih paket-paket diluar paket standar, pilih Customize the set of packages to be installed. Tampilannya akan muncul seperti pada Gambar 2-18.

2-18

Langkah 17. Pemilihan Paket Secara Individu

      Tampilan pada Gambar 2-19 hanya akan muncul jika pada langkah sebelumnya memilih opsi Select individual packages. Pilihlah paket-paket yang dikehendaki. Jika bingung, biarkan saja apa adanya, atau klik tombol Back, dan hilangkan tanda pada kotak cek Select individual packages, lalu klik tombol Next untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya

2-19

Langkah 18. Instalasi Paket-paket


        Tunggulah beberapa saat. Program instalasi akan melakukan persiapan proses instalasi dan melakukan instalasi paket-paket. Tidak ada yang harus dilakukan saat ini, kecuali menunggu program instalasi selesai melakukan instalasi paket. CD instalasi RH 9 terdiri atas tiga CD, umumnya pada pertengahan proses instalasi, program instalasi akan meminta user untuk memasukkan CD 2 dan CD 3. Ikutilah petunjuk yang diberikan.

Langkah 19. Membuat Disket Boot 


         Disket boot biasanya digunakan pada saat emergency. misalnya ketika boot loader terhapus. Masukkan disket kosong ke drive A, lalu klik tombol Next untuk memulai pembuatan disket boot. Jika tidak ingin membuat disket boot, pilih No, I do not want to create a boot diskette lalu klik tombol Next.

Langkah 20. Konfigurasi Kartu Grafik


     Biasanya program instalasi sudah dapat mendeteksi jenis kartu grafik yang terpasang dan langsung memilih driver yang cocok. Jika tidak pilihlah jenis grafik yang sesuai dengan kartu grafik yang terpasang pada komputer. Tekan tombol Next untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya

Langkah 21. Pemilihan Monitor 

       Lihat Gambar 2-23. Biasanya program instalasi sudah dapat mendeteksi jenis monitor yang terpasang dan langsung memilih driver yang cocok. Jika Anda tidak tahu, pilihlah jenis Generic yang non-interlace karena umumnya monitor yang beredar saat ini banyak yang non-interlace. Klik tombol Next untuk melanjutkan.

Langkah 22. Pemilihan Resolusi dan Kedalaman Warna

        Lihat Gambar 2-24. Pada kotak drop-down Color Depth tentukan kedalaman warna yang diinginkan. Untuk hasil tampilan yang bagus, pilih High Color 16 bit atau 24 bit. Pada kotak drop-down Screen Resolution. Pilih 1024 x 768 untuk hasil tampilan yang baik. Pada bagian Please choose your login type, pilih jenis login yang diinginkan, apakah Text atau Graphical. Klik tombol Next untuk melanjutkan ke langkah selanjutnya.

2-23
2-24
 Langkah 21. Instalasi Selesai

Instalasi telah selesai, keluarkan disket dan CD RH 9 dari tempatnya, dan boot-lah komputer sesuai petunjuk dari program instalasi.

Leave a Reply